Integrasi Lingkungan Belajar Indoor dan Outdoor dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam: Studi Eksploratif pada Sekolah Menengah
Main Article Content
Abstract
Pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di sekolah menengah masih didominasi pendekatan konvensional berbasis ruang kelas (indoor) yang cenderung teoritis dan kurang menyentuh pengalaman kontekstual peserta didik. Kondisi ini menghambat pencapaian tujuan pembelajaran PAI yang holistik, yakni pembentukan karakter religius yang utuh. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi praktik integrasi ruang pembelajaran indoor dan outdoor dalam mendesain transformasi pembelajaran PAI di SMP/MTs dan SMA/MA. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research) dan didukung Focus Group Discussion (FGD). Data dikumpulkan melalui desk review literatur, artikel ilmiah, kitab klasik, dan laporan praktik pendidikan. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi, penyajian, dan verifikasi dengan pendekatan analisis isi, wacana, dan interpretasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi ruang dapat meningkatkan pemahaman keagamaan siswa, mendorong internalisasi nilai-nilai Islam melalui pengalaman langsung, serta memfasilitasi pembelajaran yang partisipatif dan reflektif. Implikasi penelitian ini memperkuat urgensi reformasi pedagogis dalam pendidikan agama serta mendorong perumusan kebijakan kurikulum adaptif yang mengakomodasi pembelajaran berbasis pengalaman dan konteks lingkungan siswa.
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
References
[1] P. Barrett, F. Davies, Y. Zhang, and L. Barrett, “The impact of classroom design on pupils’ learning: Final results of a holistic, multi-level analysis,” Building and Environment, vol. 89, pp. 118–133, Jul. 2015, doi: 10.1016/j.buildenv.2015.02.013.
[2] M. Rickinson, J. Dillon, K. Teamey, M. Y. Choi, and P. Benefield, “A review of research on outdoor learning,” 2004.
[3] I. Sasson, I. Yehuda, S. Miedijensky, and N. Malkinson, “Designing new learning environments: An innovative pedagogical perspective,” The Curriculum Journal, vol. 33, no. 1, pp. 61–81, 2022.
[4] S. Beames, P. Higgins, and R. Nicol, Learning outside the classroom: Theory and guidelines for practice. Routledge, 2012.
[5] N. S. Wahyuni and Moh. Ulum, “Implementasi Metode Outdoor Learning dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam,” jiip, vol. 8, no. 6, pp. 6117–6124, Jun. 2025, doi: 10.54371/jiip.v8i6.8295.
[6] M. B. N. Wajdi, S. Marpuah, S. B. A. Binti Ahmad, M. H. B. A. R. Abdul Rahim, and M. Rusdi, “Reconceptualization of Islamic Education in Indonesia: Future Strategies and Approaches,” EDUKASI, vol. 23, no. 2, pp. 256–270, Aug. 2025, doi: 10.32729/edukasi.v23i2.1991.
[7] Syamsul Hadi and Deddy Ramdhani, “Transformasi Pendidikan Islam di Era Kurikulum Merdeka: Integrasi Nilai Keislaman dan Pendekatan Pedagogis Abad ke-21,” maharah, vol. 2, no. 1, pp. 1–16, Nov. 2025, doi: 10.20414/maharah.v2i1.96.
[8] R. Kurniawan Lubis, “Implementasi Model Pembelajaran PAI Berbasis Lingkungan untuk Meningkatkan Kesadaran Ekologis Siswa Sekolah Dasar,” J.pedagogik, vol. 2, no. 3, pp. 245–252, Jun. 2024, doi: 10.65311/pedagogik.v2i3.842.
[9] A. Lutfauziah, Aris Handriyan, Djoko Hartono, and Fifi Khoirul Fitriyah, “Environmental Education in an Islamic Perspective: An In-Depth Study Based on Sufism,” JIC, vol. 4, no. 1, pp. 40–49, Sep. 2022, doi: 10.33086/jic.v4i1.2852.
[10] A. Ikhwan, “Integrasi Pendidikan Islam (Nilai-Nilai Islami dalam Pembelajaran),” Ta’allum J. Pendidik. Islam, vol. 2, no. 2, pp. 179–194, Nov. 2014, doi: 10.21274/taalum.2014.2.2.179-194.
[11] A. Priyanto, “Pendidikan Islam dalam era revolusi industri 4.0,” J-PAI: Jurnal Pendidikan Agama Islam, vol. 6, no. 2, 2020.
[12] S. Aminah and M. S. Prayogo, “Transforming Islamic Education Through Eco-Pedagogy: Strategic Leadership of Kiai in Pesantren,” MJPAI, vol. 5, no. 4, pp. 1117–1147, Mar. 2026, doi: 10.69552/mumtaz.v5i4.3621.
[13] A. Brodsky and L. Given, “The Sage encyclopedia of qualitative research methods,” Field notes. In L. Given (Ed.), pp. 342–4, 2008.
[14] M. Hennink, A. Bailey, and I. Hutter, “Qualitative research methods,” 2020.
[15] M. B. Miles, A. M. Huberman, and J. Saldaña, “Qualitative Data Analysis: A Methods Sourcebook, 3/E.,” 2013.
[16] R. Pramono, “Penerapan Metode Outdoor Learning dalam Pembelajaran Mengkonstruksi Teks Eksplanasi Pada Peserta Didik Kelas XI Sma Negeri 1 Godong Grobogan Tahun Pelajaran 2019/2020,” DWIJALOKA Jurnal Pendidikan Dasar dan Menengah, vol. 1, no. 1, 2020.
[17] R. Novitasari, H. Gunawan, and I. Nurhidayati, “Implementasi Metode Outdoor Learning Pada Pembelajaran PAI Di Sekolah Alam Aminah Sukoharjo Tahun Ajaran 2021/2022,” Al’Ulum Jurnal Pendidikan Islam, pp. 92–104, 2023.
[18] N. Hidayati, “Implementasi Metode Outdoor Learning Dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Dan Budi Pekerti Di SMA Negeri 1 Sumpiuh Banyumas,” Universitas Islam Negeri Profesor Kiai Haji Saifuddin Zuhri Purwokerto, 2023.
[19] J. Jumrianah, “Penguatan karakter siswa melalui pendekatan kontekstual dalam studi Islam,” Jurnal Ilmu Pendidikan & Sosial (SINOVA), vol. 3, no. 02, pp. 147–156, 2025.
[20] A. Serly, “INTEGRASI PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI DAN MODEL INSIDE OUTSIDE CIRCLE DALAM PENDIDIKAN AGAMA ISLAM: STUDI QUASI-EKSPERIMEN TERHADAP MINAT BELAJAR SISWA SMK,” 2026.
[21] M. Rickinson, J. Dillon, K. Teamey, M. Y. Choi, and P. Benefield, “A review of research on outdoor learning,” 2004.