Standarisasi vs Diferensiasi: Dilema Kurikulum Nasional di Tengah Keragaman Indonesia
Main Article Content
Abstract
Kurikulum nasional di Indonesia berada dalam dinamika antara kebutuhan standarisasi dan tuntutan diferensiasi pembelajaran. Standarisasi berperan penting dalam menjamin pemerataan mutu pendidikan melalui penetapan kompetensi yang terukur, sementara diferensiasi diperlukan untuk menyesuaikan pembelajaran dengan keragaman karakteristik peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara konseptual dilema tersebut serta implikasinya terhadap praktik pendidikan di Indonesia. Metode yang digunakan adalah penelitian kepustakaan (library research) dengan menganalisis berbagai sumber ilmiah, seperti artikel jurnal, buku, dan dokumen kebijakan pendidikan terbaru. Hasil kajian menunjukkan bahwa dominasi pendekatan standarisasi berpotensi mengabaikan konteks lokal, sedangkan diferensiasi yang tidak terarah dapat menimbulkan ketimpangan kualitas pembelajaran. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan kurikulum yang adaptif dan seimbang untuk menjawab tantangan pendidikan di Indonesia yang beragam.
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Copyright:
In order to be accepted and published by Cendekia: Jurnal Pengembangan Kurikulum dan Pendidikan, author(s) submitting the article manuscript should complete all the review stages. By submitting the manuscript the author(s) agreed to the following terms:
1) Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
2) Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
3) Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work.
License:
Cendekia: Jurnal Pengembangan Kurikulum dan Pendidikan is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
References
[1] T. State, PISA 2022 Results, vol. I. 2022.
[2] A. Ikbal, Andrianto, dan A. Lahmi, “Standar Nasional Pendidikan dalam mendukung Pengembangan Kurikulum Pendidikan,” Sulawesi Tenggara Educ. J., vol. 4, no. 3, hal. 109–115, 2024. DOI: https://doi.org/10.54297/seduj.v4i3.804
[3] R. Setiana, S. Fauziyyah, dan S. Ramdani, “Standarisasi Pendidikan Nasional,” JIIPJurnal Ilm. Ilmu Pendidik., vol. 7, no. 19, hal. 1797–1808, 2024. DOI: https://doi.org/10.54371/jiip.v7i2.3962
[4] A. Malik, “Penerapan Pendekatan Diferensiasi dalam Pendidikan Inklusif di Sekolah Dasar,” Saraweta J. Pendidik. dan Kegur. Vol, vol. 2, no. 02, hal. 291–300, 2024.
[5] M. H. Islam, “Aplikasi dan Diferensiasi Pendidikan Islam,” Humanistika, vol. 5, no. 1, hal. 73–95, 2019. DOI: https://doi.org/10.36835/humanistika.v5i1.149
[6] A. F. R. Karim, M. M. Ibrahim, dan N. Yusuf, “Implementasi Kurikulum Diferensiasi Pendidikan Kewarganegaraan Pada Kelas Akselerasi Peserta Didik Cerdas Inklusif MTsN Ponorogo,” J. Civ. Huk., vol. 3, no. 2, hal. 138–148, 2018. DOI: https://doi.org/10.22219/jch.v3i2.8654
[7] A. Fauzi, “Implementasi Kurikulum Merdeka di Sekolah Penggerak,” J. Pahlawan, vol. 18, no. 2, hal. 18–22, 2022. DOI: https://doi.org/10.57216/pah.v18i2.480
[8] J. Alimuddin, “Implementasi Kurikulum Merdeka di Sekolah Dasar,” J. Ilm. Kontekst., vol. 4, no. 02, hal. 67–75, 2023. DOI: https://doi.org/10.46772/kontekstual.v4i02.995
[9] Yunita, A. Zainuri, Ibrahim, A. Zulfi, dan Mulyadi, “Implementasi Kurikulum Merdeka Belajar,” Jambura J. Educ. Manag., vol. 4, no. 1, hal. 16–25, 2023.
[10] P. Sahlberg, “Does the pandemic help us make education more equitable ?,” Educ. Res. Policy Pract., vol. 20, no. 1, hal. 11–18, 2021, doi: 10.1007/s10671-020-09284-4. DOI: https://doi.org/10.1007/s10671-020-09284-4
[11] A. Yusuf dan M. Hanif, “Dampak Desentralisasi Pendidikan terhadap Ketimpangan Akses di Indonesia,” J. Inov. Penelit. Ilmu Pendidik. Indones., vol. 2, no. 3, hal. 153–166, 2025.
[12] I. Pasira, “Assessing the Effectiveness of Differentiated Instruction Strategies in Diverse Classrooms,” no. 2018, hal. 31–36, 2022. DOI: https://doi.org/10.55885/jerp.v2i1.151
[13] A. M. Gymnastiar, “Implementasi Pembelajaran Berdiferensiasi dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa di Kelas,” El - Banar J. Pendidik. dan Pengajaran, vol. 07, no. 02, hal. 24–45, 2024. DOI: https://doi.org/10.54125/elbanar.v7i02.274
[14] Irmayanti, “Inovasi Pembelajaran Agama Islam : Pendekatan Diferensiasi untuk Anak Berkebutuhan Khusus Pendahuluan Kajian Teori,” Tut Wuri Handayani J. Kegur. dan Ilmu Pendidik., vol. 4, no. 2, hal. 106–112, 2025.
[15] Y. Safitri dan S. Julaiha, “Implementasi Standar Nasional Pendidikan dalam Meningkatkan Mutu Pembelajaran di Sekolah,” Andragogi J. Pendidik. dan Pembelajaran, vol. 6, no. 1, hal. 1–8, 2026, doi: 10.31538/adrg.v6i1.2691. DOI: https://doi.org/10.31538/adrg.v6i1.2691
[16] D. Irma dan Suparto, “Peran Akreditasi dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan Tinggi : Kajian Kebijakan di Indonesia,” IHSAN J. Pendidik. Islam, vol. 3, no. 3, hal. 513–520, 2025, doi: https://doi.org/10.61104/ihsan.v3i3.1264. DOI: https://doi.org/10.61104/ihsan.v3i3.1264
[17] S. Normawati, “Tela ’ ah terhadap Sinkronisasi Kurikulum Nasional dan Daerah dalam Konteks Otonomi Pendidikan,” J. DIDACTA, vol. I, no. 2, hal. 44–58, 2025.
[18] A. R. BP, S. A. Munandar, A. Fitriani, Y. Karlina, dan Yumrian, “Pengertian Pendidikan, Ilmu Pendidikan dan Unsur-Unsur Pendidikan,” Al Urwatul Wutsqa Kaji. Pendidik. Islam, vol. 2, no. 1, hal. 1–8, 2022, [Daring]. Tersedia pada: https://journal.unismuh.ac.id/index.php/alurwatul
[19] I. Journal dan M. Education, “Assessing Preservice Teachers ’ Perceptions and Practices to Differentiate Instruction for Culturally and Linguistically Diverse Students in Secondary Classrooms Amani Zaier Texas Tech University Faith Maina,” vol. 24, no. 2, hal. 1–16, 2022. DOI: https://doi.org/10.18251/ijme.v24i2.2473
[20] A. Z. Fachrina, D. Gusrayani, dan D. Djuanda, “Persepsi Guru Mengenai Pembelajaran Berdiferensiasi di SD Negeri Gandasari II,” J. Edu Res. Indones. Inst. Corp. Learn. Stud. Page, vol. 5, no. September, hal. 30–39, 2024.
[21] F. Ramadan dan I. Tabroni, “Implementasi kurikulum merdeka belajar,” Lebah, vol. 13, no. 2, hal. 2–5, 2020. DOI: https://doi.org/10.35335/lebah.v13i2.63
[22] Khoiruman, W. A. Fikriyy, dan M. A. S. Rizal, “Desain kurikulum pendidikan berbasis inklusi adaptif merdeka,” Gahwa J. Pendidik. Agama Islam, vol. 2, no. 1, hal. 1–15, 2023, [Daring]. Tersedia pada: https://ejournal.stital.ac.id/index.php/gahwa%0ADESAIN DOI: https://doi.org/10.61815/gahwa.v2i1.301